Customer Data Platform (CDP): Arti, Perbedaan dan Contoh

Posted on
Share artikel ini

Di era digital yang kompetitif, banyak perusahaan kesulitan mengelola data pelanggan yang tersebar di berbagai sistem terpisah. Hal ini menghambat pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan pelanggan, serta mengurangi efektivitas strategi pemasaran. Pengelolaan data terpusat pun menjadi semakin penting.

Tanpa sistem terintegrasi, perusahaan membuat keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap, mengurangi personalisasi pengalaman pelanggan dan meningkatkan kerugian finansial. Bisnis perlu mengadopsi pendekatan berbasis data untuk tetap unggul.

Customer Data Platform (CDP) mengonsolidasikan data pelanggan dari berbagai sumber ke dalam satu platform, memberikan wawasan lebih tajam dan interaksi yang lebih relevan. Artikel ini akan membahas bagaimana CDP mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

starsKey Takeaways
  • Customer Data Platform adalah sistem terpusat yang mengintegrasikan data pelanggan dari berbagai sumber untuk menciptakan profil 360 derajat yang komprehensif.
  • CDP menjadi penting bagi bisnis karena mampu memecah silo data, memungkinkan pemahaman mendalam tentang perjalanan pelanggan untuk keunggulan kompetitif.
  • Berbagai manfaat utama CDP mencakup peningkatan personalisasi, segmentasi audiens yang akurat, optimalisasi pemasaran, dan peningkatan retensi serta loyalitas pelanggan.
  • Perbedaan mendasar antara CDP dan DMP terletak pada jenis data yang dikelola, di mana CDP fokus pada data pihak pertama (PII) untuk hubungan jangka panjang.
  • Untuk manajemen data yang lebih terintegrasi, CRM ScaleOcean menawarkan solusi praktis untuk menyatukan informasi pelanggan dan mendorong pertumbuhan bisnis Anda.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Customer Data Platform?

Customer Data Platform (CDP) adalah sistem yang mengumpulkan dan mengintegrasikan data pelanggan dari berbagai sumber ke dalam satu profil terpadu yang akurat. CDP menyatukan informasi dari interaksi pelanggan, baik online maupun offline, seperti riwayat transaksi, aktivitas situs web, dan komunikasi layanan pelanggan.

Berbeda dengan sistem lain, CDP mengonsolidasikan seluruh informasi pelanggan ke dalam satu basis data yang terus diperbarui. Basis data ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem lain untuk merancang strategi yang lebih personal dan meningkatkan efisiensi hubungan pelanggan secara keseluruhan.

2. Mengapa Customer Data Platform Penting bagi Bisnis?

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap pengalaman yang personal dan konsisten. Tantangannya, pelanggan kini berinteraksi melalui berbagai kanal seperti media sosial, situs web, email, dan toko fisik, yang sering menghasilkan data terpisah.

Tanpa sistem terpusat, perusahaan sulit memperoleh gambaran menyeluruh tentang perilaku pelanggan, memantau churn rate pelanggan di berbagai kanal dan mengambil keputusan berbasis data secara efektif. Customer Data Platform (CDP) menjadi solusi dengan menyatukan seluruh titik data ke dalam satu profil pelanggan yang komprehensif.

3. Apa Manfaat Utama Customer Data Platform?

Mengadopsi Customer Data Platform (CDP) memberikan serangkaian manfaat strategis yang dapat mentransformasi cara bisnis berinteraksi dengan pelanggannya. Manfaat ini tidak hanya terbatas pada departemen pemasaran, tetapi juga meluas ke seluruh organisasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa didapatkan perusahaan.

a. Membangun Profil Pelanggan 360 Derajat

Manfaat paling mendasar dari CDP adalah kemampuannya untuk menciptakan profil pelanggan 360 derajat yang komprehensif. Platform ini mengumpulkan data dari semua sumber, termasuk data demografis, transaksional, perilaku online, dan interaksi layanan pelanggan untuk membentuk data basis customer yang terpadu.

Dengan menggabungkan semua informasi ini, perusahaan mendapatkan pandangan tunggal dan terpadu tentang setiap pelanggan. Profil terpadu ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang perjalanan pelanggan secara keseluruhan.

Perusahaan dapat melihat bagaimana pelanggan berinteraksi di berbagai kanal dan mengidentifikasi pola yang mungkin terlewatkan jika data masih terfragmentasi. Wawasan ini menjadi dasar untuk semua strategi yang berpusat pada pelanggan.

b. Meningkatkan Personalisasi Pengalaman Pelanggan

Dengan profil pelanggan yang kaya dan terpadu, perusahaan mampu meningkatkan tingkat personalisasi secara signifikan. Tim pemasaran menggunakan CDP untuk mengirimkan pesan, penawaran, dan konten yang disesuaikan secara real-time berdasarkan perilaku dan preferensi pelanggan.

Selain itu, personalisasi yang tepat sasaran membuat pelanggan merasa dipahami dan dihargai oleh merek. Contohnya, tim e-commerce dapat memanfaatkan data dari CDP untuk merekomendasikan produk yang relevan berdasarkan riwayat penelusuran dan pembelian pelanggan.

Demikian pula, mereka dapat mengirimkan email promosi yang sesuai dengan minat spesifik setiap segmen pelanggan. Tingkat relevansi yang tinggi ini secara langsung mendorong peningkatan konversi sekaligus memperkuat kepuasan pelanggan.

c. Mendorong Segmentasi Audiens yang Lebih Akurat

Segmentasi adalah kunci dari pemasaran yang efektif, dan CDP membawanya ke tingkat selanjutnya. Platform ini memungkinkan perusahaan membuat segmen audiens yang sangat spesifik dan dinamis berdasarkan berbagai atribut dan perilaku.

Misalnya, Anda dapat membuat segmen untuk pelanggan yang belum membeli dalam 60 hari terakhir tetapi aktif membuka email. Segmentasi yang canggih ini memungkinkan perusahaan untuk menargetkan audiens dengan pesan yang tepat pada waktu yang tepat.

Daripada menggunakan pendekatan massal, tim pemasaran dapat merancang kampanye yang sangat relevan untuk setiap kelompok kecil. Hal ini tidak hanya meningkatkan efektivitas kampanye tetapi juga mengoptimalkan anggaran pemasaran.

d. Mengoptimalkan Kampanye Pemasaran

Matriks Ansoff dapat membantu perusahaan menentukan jalur pertumbuhan yang paling sesuai berdasarkan data yang bersih dan terstruktur yang disediakan oleh CDP. CDP menyediakan data yang bersih dan terstruktur yang sangat penting untuk mengukur dan mengoptimalkan kinerja kampanye pemasaran.

Dengan melacak interaksi pelanggan di seluruh kanal, perusahaan dapat memahami atribut kampanye mana yang paling berhasil. Wawasan ini memungkinkan pemasar untuk membuat keputusan berbasis data tentang alokasi anggaran dan strategi kreatif.

Data terpadu dari CDP mendukung A/B testing dan personalisasi kampanye dengan lebih efektif. Pemasar dapat menguji berbagai pesan, penawaran, dan visual pada segmen audiens yang berbeda untuk menemukan yang paling efektif, sehingga memastikan setiap investasi pemasaran memberikan return on investment (ROI) yang maksimal.

e. Meningkatkan Retensi dan Loyalitas Pelanggan

Mempertahankan pelanggan yang sudah ada sering kali lebih hemat biaya daripada mengakuisisi pelanggan baru. CDP memainkan peran penting dalam meningkatkan retensi dengan memungkinkan perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda pelanggan yang berisiko berpindah (churn).

Dengan memahami perilaku yang mengarah pada churn, perusahaan dapat secara proaktif melakukan intervensi dengan penawaran khusus atau komunikasi yang relevan. Lebih dari itu, pengalaman yang dipersonalisasi dan konsisten yang didukung oleh CDP membantu membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan pelanggan.

Ketika pelanggan merasa bahwa sebuah merek benar-benar memahami dan peduli pada kebutuhan mereka, loyalitas akan meningkat. Hubungan yang kuat ini adalah fondasi dari bisnis yang berkelanjutan.

f. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Manfaat CDP melampaui tim pemasaran dan berdampak pada pengambilan keputusan strategis di seluruh perusahaan. Data pelanggan yang terpadu dan dapat diakses memberikan sumber kebenaran tunggal (single source of truth) bagi para pemimpin bisnis.

Hal ini menghilangkan spekulasi dan perdebatan yang sering muncul akibat data yang tidak konsisten. Para eksekutif dapat menggunakan wawasan dari CDP untuk mengidentifikasi tren pasar, memahami nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value), dan merancang strategi pengembangan produk yang lebih baik.

Dengan data yang solid sebagai landasan, setiap keputusan bisnis menjadi lebih terinformasi dan berpotensi memberikan hasil yang lebih baik. Perangkat lunak seperti CRM juga sangat membantu dalam proses ini.

g. Memastikan Kepatuhan Regulasi Data

Di tengah meningkatnya regulasi privasi data seperti GDPR dan CCPA, mengelola data pelanggan dengan benar menjadi sangat krusial. CDP membantu perusahaan dalam memastikan kepatuhan dengan menyediakan kontrol terpusat atas data pelanggan.

Platform ini memudahkan pengelolaan persetujuan (consent management) dan penanganan permintaan penghapusan data dari pelanggan. Dengan mengumpulkan semua data pelanggan di satu tempat, perusahaan dapat melacak asal data, memantau penggunaannya, dan mengatur siapa saja yang memiliki akses.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat kemampuan audit dan kontrol, sehingga dapat mengurangi risiko denda besar. Dengan cara ini, perusahaan membangun kepercayaan pelanggan bahwa data mereka dikelola secara aman dan bertanggung jawab.

h. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan mengotomatiskan proses pengumpulan, pembersihan, dan integrasi data, CDP secara signifikan mengurangi pekerjaan manual yang sebelumnya dilakukan oleh tim data atau IT. Hal ini membebaskan sumber daya berharga agar dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis, seperti analisis data dan perancangan strategi.

Efisiensi ini berdampak langsung pada produktivitas tim. Selain itu, dengan menyediakan data yang siap pakai untuk sistem lain, CDP mempercepat waktu implementasi kampanye dan inisiatif baru.

Tim pemasaran tidak perlu lagi menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan data yang mereka butuhkan dari departemen IT. Akses data yang cepat dan mandiri ini mendorong kelincahan dan inovasi di seluruh organisasi.

4. Bagaimana Cara Kerja Customer Data Platform?

Cara Kerja Customer Data Platform

Customer Data Platform (CDP) mengumpulkan data pelanggan dari berbagai sumber seperti situs web, aplikasi, dan media sosial. Data tersebut kemudian disatukan, dibersihkan, dan dinormalkan untuk membentuk satu profil pelanggan terpadu.

Setelah itu, CDP menganalisis profil tersebut untuk mengidentifikasi pola perilaku, preferensi, serta tren pelanggan untuk menghasilkan insight yang mendukung strategi bisnis yang lebih tepat sasaran. Berikut dijelaskan lebih lanjut cara kerjanya:

a. Pengumpulan Data

Tahap pertama dalam CDP adalah pengumpulan data dari berbagai sumber, baik online maupun offline. Ini mencakup data perilaku dari situs web dan aplikasi, data transaksional dari e-commerce atau POS, serta data demografis dan interaksi dari aplikasi CRM.

Platform ini menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan data, seperti pixel tracking, API, dan unggahan file secara manual. Kemampuannya untuk mengumpulkan data pihak pertama (first-party data) secara langsung adalah salah satu keunggulan utamanya. Data ini kaya, akurat, dan dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan.

b. Integrasi Data

Setelah mengumpulkan data, perusahaan perlu menyatukannya agar dapat membentuk gambaran pelanggan yang utuh. Untuk itu, CDP menjalankan proses yang disebut resolusi identitas (identity resolution) guna mencocokkan data dari berbagai sumber ke dalam satu profil pelanggan.

Dalam proses ini, sistem secara aktif menghubungkan titik-titik data menggunakan pengidentifikasi unik seperti alamat email, nomor telepon, atau ID pelanggan. Sebagai contoh, sistem dapat mengaitkan aktivitas pengguna di situs web (melalui cookie) dengan riwayat pembelian di toko fisik (melalui program loyalitas) dan interaksi email (melalui ID pelanggan).

Dengan menggabungkan data tersebut, CDP membentuk profil pelanggan yang persisten dan terus diperbarui. Hasilnya, perusahaan mendapatkan gambaran yang lengkap, akurat, dan selalu relevan terhadap setiap individu pelanggan.

c. Penyimpanan Data

CDP menyimpan semua data yang telah diintegrasikan dan profil pelanggan yang terpadu ke dalam basis data terpusat. Sistem ini secara aktif merancang basis data tersebut agar bersifat persisten, sehingga dapat menyimpan data dalam jangka waktu lama tanpa mudah hilang.

Oleh karena itu, CDP berbeda dari sistem lain seperti DMP, yang biasanya hanya menyimpan data anonim untuk periode singkat dan dengan tujuan yang lebih terbatas. Penyimpanan data yang terstruktur dan terpusat ini memastikan bahwa semua departemen dalam perusahaan mengakses sumber kebenaran yang sama.

Hal ini menghilangkan inkonsistensi data dan memungkinkan analisis historis yang mendalam. Keamanan data juga menjadi prioritas utama dalam tahap penyimpanan ini.

d. Segmentasi Data

Dengan profil pelanggan yang kaya, CDP memungkinkan tim pemasaran dan analis untuk membuat segmen audiens yang canggih. Pengguna dapat membuat aturan segmentasi berdasarkan kombinasi atribut apa pun, mulai dari demografi, riwayat pembelian, hingga perilaku real-time.

Misalnya, segmen “pelanggan bernilai tinggi yang belum mengunjungi situs dalam 30 hari” dapat dibuat dengan mudah. Segmentasi ini bisa bersifat statis atau dinamis, di mana pelanggan secara otomatis masuk atau keluar dari segmen berdasarkan perilaku terbaru mereka.

Kemampuan ini memungkinkan pemasaran yang sangat tertarget dan relevan. Segmentasi yang tepat adalah kunci untuk menyampaikan pesan yang tepat kepada audiens yang tepat.

e. Pengambilan Data

Setelah mengolah data pelanggan, perusahaan perlu memastikan data tersebut dapat digunakan oleh sistem lain. Untuk itu, CDP mengaktifkan data dengan mengintegrasikannya ke berbagai alat eksekusi, seperti platform otomasi pemasaran, alat personalisasi situs web, platform periklanan, dan perangkat intelijen bisnis.

Proses ini disebut aktivasi data, dan berperan penting dalam mengubah data mentah menjadi tindakan nyata yang mendukung strategi bisnis. Melalui konektor dan API, segmen audiens dan data profil pelanggan dikirim ke sistem-sistem tersebut untuk menjalankan kampanye atau analisis.

Misalnya, segmen pelanggan yang baru saja meninggalkan keranjang belanja dapat dikirim ke platform email untuk memicu email pengingat secara otomatis. Dengan demikian, CDP tidak hanya menjadi gudang data, tetapi juga pusat orkestrasi data pelanggan di seluruh ekosistem teknologi perusahaan.

ERP

5. Apa Saja Jenis Customer Data Platform?

Pasar Customer Data Platform (CDP) terus berkembang, dan berbagai jenis solusi telah muncul untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang berbeda. Memahami berbagai jenis CDP dapat membantu perusahaan menilai platform mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.

Hal ini memungkinkan mereka memilih solusi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya, dan infrastruktur teknologi yang tersedia. Berikut adalah lima jenis CDP yang umum ditemukan.

a. CDP Murni (Pure-play CDP)

Jenis CDP ini fokus pada pengumpulan, integrasi, segmentasi, dan aktivasi data pelanggan tanpa kemampuan eksekusi sendiri, seperti pengiriman email atau iklan. Platform ini dirancang untuk mengelola data dengan baik dan berintegrasi mulus dengan alat pemasaran dan analitik lainnya.

CDP murni sering kali menjadi pilihan bagi perusahaan yang sudah memiliki tumpukan teknologi pemasaran (martech stack) yang matang dan ingin menambahkan lapisan data terpusat yang kuat. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas dan kemampuannya untuk bekerja dengan berbagai sistem tanpa terikat pada satu vendor tertentu.

b. CDP sebagai Bagian dari Marketing Cloud

Banyak vendor besar, seperti Adobe, Salesforce, dan Oracle, kini menawarkan fungsionalitas CDP sebagai bagian dari solusi marketing cloud mereka. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola data pelanggan secara lebih terintegrasi dalam ekosistem pemasaran yang lebih luas.

Dalam model ini, CDP terintegrasi erat dengan alat lain dalam ekosistem vendor yang sama, seperti otomasi pemasaran, analitik, dan personalisasi. Ini adalah salah satu tips tingkatkan kepuasan konsumen melalui teknologi.

Keuntungannya adalah integrasi yang lebih mudah dan pengalaman pengguna terpadu bagi perusahaan yang sudah berinvestasi pada ekosistem vendor tersebut. Namun, kekurangannya adalah potensi vendor lock-in dan kurangnya fleksibilitas untuk integrasi dengan alat eksternal.

c. CDP sebagai Bagian dari Platform Analitik

Beberapa CDP berasal dari platform analitik produk atau perilaku, seperti Amplitude atau Mixpanel. Platform ini awalnya dirancang untuk melacak dan menganalisis interaksi pengguna secara mendalam, dan kemudian berevolusi untuk menambahkan kemampuan CDP.

Fokus utama mereka sering kali pada wawasan perilaku yang sangat detail. Jenis CDP ini sangat cocok untuk bisnis yang sangat bergantung pada produk digital, seperti perusahaan SaaS atau aplikasi seluler.

Mereka unggul dalam memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk. Namun, kemampuan mereka untuk mengintegrasikan data offline atau transaksional mungkin tidak sekuat jenis CDP lainnya.

d. CDP Infrastruktur Data

Jenis ini dikenal sebagai composable CDP dan memiliki karakter yang lebih teknis. Alih-alih menyediakan platform all-in-one, penyedia composable CDP menawarkan serangkaian alat dan API yang memungkinkan perusahaan membangun solusi CDP kustom di atas infrastruktur data yang sudah ada, seperti data warehouse (misalnya, Snowflake atau BigQuery).

Dengan pendekatan ini, perusahaan memperoleh kontrol dan fleksibilitas maksimum dalam mengelola data pelanggan. Banyak perusahaan besar dengan tim data dan rekayasa yang kuat memilih CDP berbasis infrastruktur data.

Mereka secara aktif merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan spesifik organisasi. Namun, pendekatan ini memerlukan sumber daya teknis yang besar dan waktu implementasi yang lebih panjang dibandingkan solusi siap pakai. Oleh karena itu, tidak semua perusahaan cocok mengadopsinya tanpa kesiapan teknologi yang memadai.

e. CDP Vertikal

Seiring perkembangan pasar, vendor CDP mulai menargetkan kebutuhan industri secara lebih spesifik. Mereka merancang dan menawarkan solusi yang disesuaikan untuk sektor tertentu, seperti ritel, layanan keuangan, atau media.

Vendor-vendor ini membangun model data, menyiapkan integrasi, dan mengatur kasus penggunaan yang relevan sejak awal. Dengan langkah ini, mereka mempercepat proses implementasi dan mengurangi beban kustomisasi bagi perusahaan di industri terkait.

Keuntungan dari CDP vertikal adalah waktu implementasi yang lebih cepat dan fitur yang sangat relevan dengan tantangan spesifik industri. Perusahaan dapat lebih cepat merasakan nilai dari investasi mereka. Namun, cakupannya mungkin lebih sempit dan kurang fleksibel jika perusahaan beroperasi di beberapa industri yang berbeda.

6. Apa Perbedaan CDP dengan DMP?

Banyak orang masih menyamakan Customer Data Platform (CDP) dan Data Management Platform (DMP) dalam dunia teknologi pemasaran. Padahal, keduanya memiliki fungsi, jenis data, dan tujuan yang sangat berbeda, yang mempengaruhi cara keduanya digunakan dalam strategi pemasaran.

Untuk membantu Anda memahami perbedaan mendasar antara CDP dan DMP, berikut ini adalah poin-poin utama yang membedakan keduanya. Penjelasan ini disajikan secara jelas dan terstruktur agar mudah dipahami.

Jenis Data yang Dikelola

  • CDP mengelola data pihak pertama (first-party data) yang dapat diidentifikasi secara pribadi, seperti nama, email, dan nomor telepon.
  • DMP mengelola data pihak ketiga (third-party data) yang bersifat anonim, seperti cookie dan ID perangkat.

Tujuan Penggunaan

  • CDP membangun profil pelanggan yang persisten untuk mendukung personalisasi, segmentasi, dan interaksi jangka panjang.
  • DMP mengelompokkan pengguna anonim untuk kampanye iklan dan membantu menjangkau audiens baru.

Sumber dan Kepemilikan Data

  • CDP mengumpulkan data langsung dari interaksi pelanggan melalui situs web, aplikasi, email, dan kanal lainnya.
  • DMP mengimpor data dari sumber eksternal yang biasanya tidak dimiliki langsung oleh perusahaan.

Durasi Penyimpanan Data

  • CDP menyimpan data dalam jangka panjang agar perusahaan bisa menganalisis perilaku pelanggan secara historis.
  • DMP menyimpan data dalam waktu singkat, biasanya sekitar 90 hari, untuk kebutuhan penargetan iklan.

Penggunaan Identitas

  • CDP menggunakan data yang dapat diidentifikasi (PII) untuk mengenali pelanggan secara individu.
  • DMP tidak menyimpan data PII dan fokus pada segmentasi audiens anonim.

Fokus Utama

  • CDP membantu perusahaan mengenali dan memperdalam hubungan dengan pelanggan yang sudah ada.
  • DMP membantu perusahaan menemukan dan menargetkan prospek baru yang belum dikenal.

Dengan memahami perbedaan mendasar antara CDP dan DMP, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih solusi yang sesuai. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan memaksimalkan hasil yang diinginkan.

Jika tujuan Anda adalah membangun hubungan jangka panjang melalui personalisasi yang mendalam, maka CDP adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda ingin memperluas jangkauan audiens melalui penargetan iklan, DMP tetap memiliki peran penting dalam strategi digital Anda.

7. Contoh Penerapan CDP untuk Bisnis

Kekuatan sejati dari Customer Data Platform (CDP) terletak pada kemampuannya untuk diterapkan dalam berbagai skenario bisnis guna menciptakan nilai nyata. Dengan menyatukan data pelanggan, perusahaan dapat membuka berbagai peluang untuk inovasi dan optimalisasi. Berikut adalah beberapa contoh konkret penerapan CDP di berbagai industri.

a. E-commerce

Perusahaan e-commerce dapat menggunakan CDP untuk melacak perilaku penelusuran, riwayat pembelian, dan item yang ditinggalkan di keranjang. Data ini digunakan untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan, meningkatkan peluang konversi dan nilai pesanan rata-rata melalui personalisasi di situs web, email, dan iklan retargeting.

CDP dapat mengidentifikasi kapan pelanggan kehabisan produk yang dapat dikonsumsi dan mengirimkan pengingat pembelian kembali. Pendekatan ini meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendorong pembelian berulang, yang penting untuk membangun loyalitas pelanggan.

b. Layanan Keuangan

Bank atau perusahaan asuransi dapat memanfaatkan CDP untuk menggabungkan data transaksi, aktivitas login, dan data perangkat dari berbagai kanal. Pola perilaku yang terpadu ini membantu dalam mendeteksi aktivitas penipuan secara lebih cepat dan akurat.

Misalnya, jika ada upaya login dari lokasi yang tidak biasa diikuti oleh permintaan transfer dana besar, sistem dapat secara otomatis menandainya. CDP juga memungkinkan lembaga keuangan untuk menawarkan produk yang sesuai dengan tahap kehidupan nasabah.

Dengan menganalisis data seperti usia, status pekerjaan, dan transaksi, bank dapat mengidentifikasi nasabah yang berpotensi membutuhkan produk tertentu. Misalnya, bank dapat secara proaktif menawarkan KPR kepada nasabah yang akan membeli rumah atau produk investasi kepada mereka yang baru menerima bonus besar.

c. Media & Hiburan

Perusahaan media dan layanan streaming menggunakan CDP untuk melacak riwayat tontonan, preferensi genre, dan durasi penggunaan pengguna. Informasi ini digunakan untuk menyusun halaman beranda yang dipersonalisasi dengan rekomendasi konten relevan, meningkatkan keterlibatan dan waktu yang dihabiskan pengguna di platform.

Tim pemasaran dapat mengidentifikasi pengguna gratis dengan keterlibatan tinggi dan menargetkan mereka dengan penawaran langganan premium yang disesuaikan. Di sisi lain, mereka juga dapat mendeteksi pelanggan berbayar yang berisiko churn melalui penurunan aktivitas, lalu mengirimkan penawaran khusus untuk mempertahankan loyalitas mereka.

d. Perjalanan & Perhotelan

Maskapai penerbangan atau jaringan hotel dapat menggunakan CDP untuk menyimpan preferensi perjalanan pelanggan, seperti pilihan kursi, tujuan favorit, dan riwayat pemesanan. Data ini memungkinkan mereka mengirimkan penawaran relevan, seperti diskon penerbangan ke tujuan yang sering dikunjungi, melalui email atau aplikasi seluler.

Selama menginap, hotel dapat menggunakan data CDP untuk memberikan pengalaman personal, seperti menyiapkan bantal favorit tamu atau menawarkan rekomendasi restoran lokal sesuai preferensi kuliner mereka. Sentuhan kecil ini menciptakan pengalaman tak terlupakan dan mendorong ulasan positif.

e. Ritel

Bagi peritel dengan kehadiran online dan offline, CDP sangat penting untuk menciptakan pengalaman omnichannel yang mulus. Data dari pembelian di toko fisik (melalui program loyalitas) dapat digabungkan dengan aktivitas di situs web.

Hal ini memungkinkan skenario seperti pelanggan dapat melihat riwayat pembelian offline mereka di akun online mereka. Contoh lainnya adalah fitur “klik dan ambil” (click-and-collect), di mana pelanggan memesan secara online dan mengambil barang di toko.

CDP memastikan bahwa staf toko memiliki informasi yang akurat tentang pesanan dan pelanggan, menciptakan transisi yang lancar antara kanal digital dan fisik. Konsistensi pengalaman ini sangat dihargai oleh pelanggan.

f. Otomotif

Produsen mobil dan dealer dapat menggunakan CDP untuk melacak perjalanan pelanggan, mulai dari minat awal di situs web hingga pembelian dan layanan purna jual. Dengan pendekatan ini, mereka dapat mengirimkan komunikasi relevan di setiap tahap siklus hidup kepemilikan, seperti pengingat servis atau penawaran tukar tambah.

Perusahaan juga memanfaatkan data model mobil dan riwayat servis pelanggan untuk menawarkan aksesori atau paket layanan yang relevan. Pendekatan personalisasi ini mendorong tim pemasaran membina hubungan jangka panjang dengan pemilik mobil, bukan hanya fokus pada transaksi satu kali.

g. Kesehatan

Penyedia layanan kesehatan dapat menggunakan CDP (dengan kepatuhan HIPAA yang ketat) untuk menyatukan data pasien dari berbagai sistem, seperti rekam medis elektronik (EHR), portal pasien, dan aplikasi kesehatan. Hal ini memungkinkan komunikasi yang lebih terkoordinasi dan personal.

Misalnya, mengirimkan pengingat janji temu yang disesuaikan atau materi edukasi kesehatan yang relevan dengan kondisi pasien. CDP juga dapat membantu dalam program kesehatan preventif.

Dengan menganalisis data populasi, penyedia layanan dapat mengidentifikasi kelompok pasien yang berisiko tinggi terhadap kondisi tertentu dan secara proaktif menjangkau mereka dengan program pencegahan atau skrining. Ini meningkatkan hasil kesehatan dan mengurangi biaya jangka panjang.

h. B2B

Dalam konteks B2B, CDP membantu menyatukan data dari berbagai pemangku kepentingan dalam satu akun target. Platform ini dapat menggabungkan data dari interaksi di situs web, partisipasi webinar, dan komunikasi email dari beberapa kontak dalam satu perusahaan. Ini memberikan pandangan terpadu tentang tingkat keterlibatan sebuah akun.

Wawasan ini sangat berharga untuk strategi Account-Based Marketing (ABM), di mana tim penjualan dan pemasaran mengidentifikasi akun “panas” dan menyesuaikan pesan berdasarkan minat kolektif akun tersebut. Dengan pendekatan ini, mereka dapat menjangkau akun-akun target bernilai tinggi secara lebih terkoordinasi dan efektif.

8. Kelola Data Pelanggan Lebih Terorganisir dengan Software CRM ScaleOcean

software CRM ScaleOcean

Mengelola data pelanggan secara manual menyulitkan bisnis membangun hubungan yang konsisten, karena informasi tersebar di berbagai saluran. Solusi CRM berbasis digital membantu menyatukan semua interaksi dan data dalam satu platform, memudahkan tim penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan.

CRM ScaleOcean hadir untuk menyederhanakan manajemen data pelanggan dengan sistem terpusat yang dapat mencatat riwayat komunikasi, transaksi, hingga interaksi lintas channel secara otomatis. Semua informasi tersebut tersusun rapi dalam satu profil pelanggan yang komprehensif dan selalu diperbarui secara real-time.

Beberapa fitur unggulan dari CRM ScaleOcean antara lain:

  • 360-Degree Customer View: Semua data pelanggan terangkum dalam satu tampilan, memudahkan analisis dan segmentasi.
  • Automated Sales Tracking: Pantau prospek dan proses penjualan dengan alur yang jelas dan mudah dilacak.
  • Targeted Marketing Integration: Jalankan kampanye pemasaran terpersonalisasi berdasarkan data dan perilaku pelanggan.
  • Customer Support Insights: Tim layanan pelanggan dapat merespons lebih cepat dengan akses penuh ke riwayat pelanggan.
  • Multi-User Collaboration: Akses simultan antar tim dengan kontrol hak akses yang fleksibel dan aman.

Dengan CRM ScaleOcean, perusahaan dapat membangun pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien tanpa perlu mengandalkan sistem terpisah yang kompleks. Wawasan dari data pun dapat langsung diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Coba demo gratis dari ScaleOcean dan lihat bagaimana platform kami bisa menjadi fondasi pengelolaan data pelanggan Anda.

9. Kesimpulan

Customer Data Platform (CDP) adalah sistem terpusat yang mengumpulkan dan menyatukan data pelanggan dari berbagai sumber menjadi satu profil terpadu. Dengan memanfaatkan CDP, perusahaan dapat memahami perilaku, preferensi, serta kebutuhan pelanggan secara mendalam untuk menciptakan strategi yang lebih personal dan berbasis data.

Platform ini membantu meningkatkan efektivitas pemasaran, segmentasi audiens yang lebih akurat, hingga pengambilan keputusan strategis yang lebih terinformasi. Selain itu, CDP juga membantu meningkatkan loyalitas pelanggan melalui pengalaman yang konsisten di setiap kanal interaksi.

Untuk bisnis yang ingin mengelola data pelanggan dengan lebih efisien, CRM ScaleOcean menyatukan seluruh interaksi pelanggan dalam satu tampilan dashboard. Hal ini memudahkan tim pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan untuk berkolaborasi.

Fitur seperti pelacakan penjualan otomatis, integrasi pemasaran, dan analisis dukungan pelanggan membantu ScaleOcean membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.Coba demo gratis dari ScaleOcean dan cari tahu bagaimana platform ini dapat menjadi dasar pengelolaan data pelanggan yang efektif untuk pertumbuhan bisnis Anda.

FAQ:

Apa itu data platform?

Platform data adalah teknologi yang berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, membersihkan, mengolah, menganalisis, dan mengelola data secara terpadu.

CDP itu apa?

CDP adalah platform perangkat lunak yang mengumpulkan dan menyatukan data pelanggan dari berbagai sumber untuk membentuk profil terpadu.

Apa itu customer database?

Customer database adalah kumpulan data pelanggan seperti nama, alamat, email, dan nomor telepon yang tersimpan dalam satu sistem terpusat.

Lara Zafira Rifta
Lara Zafira Rifta
Lara adalah penulis konten dengan 1 tahun pengalaman dalam membuat artikel SEO seputar bisnis, akuntansi, dan operasional. Ia terbiasa menulis konten yang jelas, informatif, dan sesuai kebutuhan brand.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap